"A man writes because he doubts, because he is tormented."

Thursday, December 27, 2012

Sepuluh Lagu Hujan

Hujan adalah sebuah paradoks, ia bisa saja membawa suasana hatimu pergi ke langit di mana ia mengada, atau menghempaskanmu jatuh ke tanah bersamanya. Berikut ini adalah 10 lagu yang cocok didengarkan di kala hujan versi saya. Jika kamu seperti saya, tentu saja kamu akan menikmatinya bersama gelombang dopamin dari sekedar segelas kopi instan murahan. Atau rokok. Atau bila kamu tidak punya pasangan – seperti saya – sebuah gitar. Inilah mereka:

10. Snow Patrol – Chasing Cars (dari album Eyes Open)

Lagu mellow dari grup asal Irlandia Utara/Skotlandia ini adalah lagu yang menemani saya di masa-masa sekolah saya dulu. Jika dunia ini membuatmu jengah, atau menghalangi cinta kalian berdua, bukankah kamu juga ingin berkata:

If I lay here…
If I just lay here…
Would you lie with me and just forget the world?

…sambil menatap langit yang basah serta menantang dunia?

9. Mayday Parade - You Be the Anchor That Keeps My Feet on the Ground, I'll Be the Wings That Keep Your Heart in the Clouds (dari album A Lesson in Romantics)

Maafkan jika judulnya panjang, ini memang dari sananya. Mayday Parade adalah salah satu dari beberapa band beraliran emo (maafkan saya, post-hardcore), yang tolerable buat didengar. Kenapa? Karena meskipun hampir semua lagunya berisi tentang cinta-cintaan, mereka mengungkapkannya dengan lirik yang bisa dibilang puitis; hal yang jarang saya temui pada band-band beraliran post-hardcore lain semacam Asking Alexandria, Alesana, atau apalah. Simak saja:

I could stand here for hours just to ask God a question:
“Is everyone here make-believe?”
With the tears in His voice He said, ”Son, that’s the question.”
Does this deafening silence mean nothing to no one but me?

8. Damien Rice – The Blower’s Daughter (dari album O)

Siapa yang pernah menonton Jude Law, Natalie Portman, dan Julia Roberts di film Closer dan tidak tahu lagu ini? Bahkan, saya yakin, kamu tidak perlu menonton Closer untuk tahu lagu ini. The Blower’s Daughter merupakan lagu yang seringkali saya nyanyikan setiap hujan turun dan jika ada gitar di samping saya. Simpel, namun bisa mendatangkan keresahan luar biasa jika kamu sedang jatuh cinta.

I can’t take my eyes off of you…

Nyanyikan saja bagian ini berulang-ulang sambil membayangkan wajah kekasihmu dan menikmati desis hujan.

7. Hans Zimmer – Time (dari album soundtrack film Inception)

Lagu simfonik-orkestratik gubahan Hans Zimmer ini cocok sekali didengarkan apabila hujan turun disertai gemuruh halilintar. Pandanglah langit dan kamu akan merasakan betapa kecilnya kamu. Atau malah justru imajinasimu akan dibawa seakan-akan kamu adalah seorang lakon dalam sebuah film yang sedang dihadapkan kepada peperangan yang akan tiba. Bisa saja.

6. Kepano Green – Fall (dari album Valley Drive)

Tidak tahu lagu siapa ini? Tenang saja, mulanya saya juga tidak pernah mengetahui band asal Amerika Serikat bernama Kepano Green ini, sampai saya mendengar lagu ini dijadikan musik latar belakang dalam salah satu episode Boston Legal. Lagunya sederhana, diiringi harmoni yang sederhana dari gitar akustik dan piano, dengan progresi kord yang sederhana pula. Namun, lagu ini – bersama-sama dengan hujan - pernah membawa saya menelaah kembali hubungan saya dengan Tuhan…

I was so sure I’ll never be here again
I thought I had tasted it all…

…yaitu ketika saya pernah benar-benar merasa yakin saya tidak bisa mengalami pengalaman spiritual lagi.

5. The Morning After – Everyday Starts at Midnight (dari album Another Day Like Today)

Kadang-kadang, jika hujan turun tidak terlalu deras sampai tengah malam, saya menyempatkan diri pergi ke belakang rumah, untuk sekedar duduk menikmati hujan. Dan lagu dari band indie asal Malang ini selalu muncul begitu saja dalam pikiran. Setiap hari dimulai pada tengah malam, dan apa yang lebih baik dari ini jika harimu yang baru dimulai langsung disambut oleh rintik hujan beserta baunya yang menyegarkan?

Lights will guide you back home
And dawn gives you rain
I can see it clearly...
the tears that flow inside

Semoga saja hujan tidak mengingatkanmu kepada ia yang ingin kau lindungi dan kau hibur.

4. Linkin Park – Not Alone (dari album Download to Donate – Haiti)

With arms up, stretched into the sky
With eyes like echoes in the night
Hiding from the hell that you’ve been through
Silent one… you…
Go… giving up your home…
Go… leaving all you’ve known…

Bagi saya, lagu ini tidak sekedar merupakan lagu empati dan penggalang donasi bagi korban gempa di Haiti tahun 2010. Bagi saya, lagu ini bercerita tentang seseorang yang sedang meyakinkan jiwanya sendiri, yang selama ini diam, berada dalam ketakutan, dan kehilangan keberanian. Meyakinkan bahwa ia tidak sendirian dalam berjuang dan ia harus berani melawan. Dan, tidak ada yang lebih baik dari saat hujan turun, untuk duduk dan bercakap-cakap kembali dengan jiwa kita sendiri, yang mungkin baru saja melewati neraka di dunia.

3. Funeral for a Friend – History (dari album Hours)

Pernahkah kamu merasa begitu jatuh cinta sampai muak pada jatuh cinta itu sendiri? Saya pernah, dulu sekali ketika masih remaja. Dan saya menikmatinya kala hujan dengan lagu ini. Funeral for a Friend juga merupakan salah satu band beraliran post-hardcore yang menurut saya pandai dalam menulis lirik. Musiknya memang repetitif, dan beberapa bagian liriknya memang cryptic, tapi persetan dengan itu, jika lagu ini bisa berbicara mewakili saya:

This sky will make me sick
So I’ll give up on you
I’ll give up on this...
This sky will make me sick
So I’ll give up on this
I’ll give up on you...

2. This Will Destroy You – Quiet (dari extended play Young Mountain)

Lagu instrumental karya band post-rock asal Texas, AS ini terlampau sederhana, bahkan untuk ukuran musik drone/ambient/post-rock. Ia hanya terdiri dari piano, lalu disusul petikan gitar, lalu drum, dan kemudian ditambah distorsi yang meraung-raung sampai selesai. Sebuah kresendo yang klise. Namun, hasilnya? Lima menit paling menyenangkan yang pernah saya dengar. Tambahkan hujan dalam persamaan dan ia menjadi sempurna.

1. Radiohead – Nude (dari album In Rainbows)

Oke, saya memang sedikit bias di sini, karena saya penggemar Jonny Greenwood et.al.. Di album In Rainbows sendiri ada beberapa lagu yang sering saya dengarkan ketika hujan, seperti House of Cards, Reckoner, Weird Fishes/Arpeggi, dan All I Need. Akan tetapi, coba dengarkan falsetto Thom Yorke di awal-awal lagu ini. Lalu dengarkan bagian refrain-nya. Lalu tarik nafas dan hisaplah petrichor itu. Lalu dengarkan Thom Yorke melolong sampai akhir lagu. Lalu kecaplah kembali kopi instanmu itu. Jangan bilang kamu tidak bisa menikmatinya.

You’ll go to hell for what your dirty mind is thinking…

Lucu sekali, Tuan Yorke. Jadilah pendeta, toh kau juga sudah tahu caranya menginjeksi pengalaman spiritual lewat telinga kami.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------

Demikianlah daftar 10 lagu yang paling cocok didengarkan saat hujan versi saya. Agak tidak adil menurut saya, karena bahkan saya memiliki playlist khusus untuk didengarkan kala hujan. Depressing? Tentu saja. Saya sebenarnya sudah menyiapkan sebuah apologi bahwa saya seorang yang melankolis, jadi lagu-lagu yang saya dengarkan nyaris semua menyedihkan. Tapi buat apa? Jika kamu ingin menari di bawah hujan, putar saja dangdut dan lagu India. Maafkan saja saya bila hujan bagi saya selalu menjadi teman perjalanan di saat saya jatuh. Dan, bukankah kita juga lebih suka menikmati katarsis yang ditawarkan hujan dengan segala kesenduannya? Selamat menikmati hujan bulan ini! :3


Post Scriptum:

Jika cuaca sedang cerah dan kamu ingin tetap menikmati suara hujan, silakan buka laman http://www.rainymood.com atau unduh saja file MP3-nya di sini.

8 comments:

gitawiryawan said...

Kirain Morning After itu band L.A. Light Indiefest :P
Ternyata ada yang sama sekali berlawanan sama list Fahrur yang ngambil lagu Indonesia semua.
Asyik! :D

Andreas Rossi said...

Kak, itu yang ikut LA Lights Indiefest, kak. Dari Malang. :|

galihrakas said...

setelah membaca daftar ini dengan seksama, saya tiba pada sebuah kesimpulan : dukung andre tetap tidak punya pasangan untuk wawasan musik yang lebih baik! :p

Fachrur Arrazi said...

astaga ini lagu apaa..
mana payung teduh sama efek rumah kaca-nya? mana?

Andreas Rossi said...

@Galih: "Dukung andre tetap tidak punya pasangan untuk wawasan musik yang lebih baik!" -> ini komennya nggak enak bener. :"|

@Pahrur: Ogut udah tahu kalian pasti masukkin ERK sama Payung Teduh, jadi ogut nyari yang agak non-mainstream aja. :3

Anonymous said...

Opeth - Harlequin Forest [Reverie]
Opeth - Porcelain Heart
Opeth - Burden
Opeth - Still Day Beneath The Sun
Opeth - Den Standiga Resan
Opeth - The Drapery Falls
Opeth - Harvest

cuman nyebutin judul sama band aja. pengantar tidur yang cocok buat saya personally, apalagi malem + hujan + dingin, whahahaha cocok [menurut saya] :)

gitawiryawan said...

Wakakak. Sorry, faktor baca cepat dan sambil memikirkan ______ #SoalMemikirkan

رضا رمضان said...

شركة كشف تسربات المياه بالدمام
شركة كشف تسربات بالدمام
شركة كشف تسربات المياه بالخبر
شركة كشف تسربات المياه بالجبيل
شركة كشف تسربات المياه بالاحساء
شركة كشف تسربات المياه بالقطيف
شركة كشف تسربات بالرياض
شركة كشف تسربات المياه بالرياض
كشف تسربات المياه



Post a Comment

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More

 
Powered by Blogger