Monday, February 11, 2013

Mumbling #3

Di dalam sebuah kubikel yang hampir-hampir tak terjamah cahaya matahari, seorang lelaki, dengan mata lelah, tercenung di antara kertas-kertas berisi angka-angka. Aku. Aku memohon kehidupan pada semesta yang bekerja lewat hukum yang kejam nan rahasia, seakan seorang tahanan yang meminta peluru sebagai ganti belenggu. Karena hariku adalah kehidupan di dalam kotak yang datang dan pergi bebarengan dengan matahari. Menjemukan, penuh dengan ritus-ritus yang mudah dilupakan.

Bintang-bintang malam menggeliat di langit utara, tak mengacuhkan dunia yang telah renta. Aku mengangkat pandanganku menyusuri cakrawala di hari yang gelap. Menyusuri jalanan lengang tanpa arah, sebagai ganti kuil dan gereja yang semakin lama semakin penuh dengan riuh rendah. Kulihat bayangan-bayangan oranye dari rumah-rumah yang telah terlelap. Udara dingin yang membius, langit yang makin meredup, bersama-sama menyusun satu dua paragraf cerita di dalam jiwa.

"Begitu banyak puisi", gumamku pada jalanan yang sepi. Ada perasaan yang terpuaskan saat aku bercerita kepada gunung, kepada kota di kakinya. Melebihi ketika aku bercerita kepada manusia. Aku selalu menemukan suaka pada jalanan malam. Aku menemukan Ia yang mendengar di dalam diam.

Dan, lalu, seperti itulah sebuah jiwa mendamba perjalanan. Ada mereka yang berjalan untuk sekedar bercerita. Ada mereka yang berjalan untuk menemukan jawaban dari sebuah tanya. Seringkali, tujuan dari perjalanan itu tidaklah lebih penting dari perjalanan itu sendiri.

Namun, dalam perjalanan, ada sebuah langkah yang pernah menghilangkan kita pada kesempatan-kesempatan, pada kemungkinan-kemungkinan. Apakah ia akan hilang dari dunia bersama debu jalanan? Apakah ia akan melekat selamanya kepada ingatan?

Apakah kita masih sanggup berjalan?


1 comment:

  1. Keren Andre! You have a cool way with words. However, I can't help wondering what this would be like if it were the English version...

    I myself like walking to clear my head and for the walking itself. ;)

    ReplyDelete